INTEGRITY
PROFESSIONALISM
ENTREPRENEURSHIP
Language

SISTEM PEMBELAJARAN

Mahasiswa menjalani proses pembelajaran yang mencakup metode pembelajaran (di antaranya problem based learning, collaborative learning, experiential learning, classical /lecturing dan tutorial) yang dikaitkan dengan aktivitas (lab/tutorial, kegiatan intrakurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler). Kegiatan intrakurikuler berbentuk kegiatan lapangan yang berkaitan dengan mata ajar dan termasuk dalam komponen penilaian, sedangkan kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang walau temanya terkait dengan mata ajar, namun tidak termasuk komponen penilaian. Kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dirancang oleh dan untuk mahasiswa melalui berbagai organisasi kemahasiswaan/kepanitiaan dengan bimbingan universitas atau program studi.

Metoda pembelajaran yang diterapkan di Program Studi Manajemen, meliputi:

Student-Centered Learning (SCL)
Dimana dosen lebih berperan sebagai fasilitator. Pembelajaran akan lebih berpusat kepada aktivitas belajar mahasiswa, bukan hanya pada aktivitas dosen mengajar. Mahasiswa belajar secara individu dan kelompok untuk membangun pengetahuan, dengan cara mencari dan menggali sendiri informasi dan teknologi yang dibutuhkan secara aktif. Mahasiswa tidak hanya menguasai isi mata kuliahnya, tetapi mereka juga belajar tentang bagaimana belajar (learn how to learn), melalui discovery, inquiry, dan problem solving dan terjadi pengembangan.

Bimbingan/Tutorial
Yaitu pendalaman aspek teknis dari yang sudah disampaikan oleh dosen yang dilakukan pada pertemuan terpisah oleh dosen atau asisten dosen. Pertemuan terpisah yang dilakukan di kelas disebut kelas bimbingan sedangkan jika dilakukan di kelas laboratorium disebut kelas laboratorium.

Laboratory (Laboratorium)
yaitu pengenalan praktik di bidang Manajemen dengan menggunakan komputer atau teknologi informasi ataupun pemecahan kasus yang komprehensif.

Magang/Kerja Praktek (KP)
Tujuan dari program magang ini adalah memberi kesempatan bagi para mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan mereka sekaligus mempraktekkan langsung ilmu yang mereka dapat lewat bangku kuliah ke dunia kerja nyata; tentunya mereka juga akan mendapat pengalaman berharga bekerja dalam lingkungan kerja. Rencana kerja pemagang sangat tergantung di seksi mana mereka ditempatkan. Program ini adalah program penuh waktu dengan ketentuan: pemagang diwajibkan bekerja lima hari seminggu dari jam 08.00 – 16.00 di seksi bersangkutan; pemagang juga harus melakukan pekerjaan yang telah diberikan di bawah pengawasan staf (mentor).